JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 80 atlet bulu tangkis pratama dan utama dipastikan masuk tim Pelatihan Nasional Cipayung. Dari jumlah itu, 12 di antaranya merupakan hasil seleksi nasional untuk tim pelatnas pratama, sedangkan 11 atlet pratama lainnya mengalami promosi kenaikan tingkat ke pelatnas utama.
Jumlah kuota pelatnas tahun ini memang bertambah dibandingkan tahun sebelumnya yang diisi 79 atlet. Namun, Sekjen PBSI Yacob Rusdianto yang ditemui di kantornya di Pelatnas Cipayung, Jakarta, Kamis (25/3/2010), menyangkal adanya penggemukan dalam penerimaan pelatnas tahun ini.
"Tidak ada penggemukan. Penambahan jumlah tahun ini hanya satu, jadi tidak bisa dibilang penggemukan. Penambahan jumlah ini lebih karena pelatih melihat banyak pemain yang berkualitas untuk direkomendasikan masuk pelatnas," ujar Yacob.
Markis Kido mundur
Sementara itu, enam atlet pratama mengalami degradasi. Mereka adalah Senantria Agus Setia Putra, Evi, Erwin Wihardi, Wenny Setyawati, Luluk Maria Ulfa, dan Muhammad Nur Rofii. Sedangkan dari kelompok utama satu atlet terdegradasi, yakni Yoga Pratama.
Akan tetapi, pelatnas pratama juga harus kehilangan empat pemain lain yang memutuskan mengundurkan diri dari pelatnas. Mereka adalah Markis Kido, Hendra Setiawan, Lita Nurlita, dan Lingga.
Mengenai degradasi, kata Yacob, semua kriteria dan standar penilaiannya berasal dari pelatih masing-masing atlet yang bersangkutan.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.