Dalam sebuah diskusi musik belum lama ini di Warung Apresiasi Bulungan diketahui bahwa pembajakan di muka bumi tak bisa diberantas sampai tuntas. Pasalnya perbuatan tersebut bukan tindakan individu melainkan kelompok, bahkan terorganisir dengan rapi.
Pendapat serupa dinyatakan band Cannonball ketika dijumpai di kantor perusahaan rekaman di Bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/04) sore.
"Enggak mungkin. Tapi dengan mengeluarkan single yang belakangan dilakukan musisi dapat menguranginya saja. Kita sendiri anti bajakan sesuai dengan rumah kami saat ini. Jadi kita mendukung anti pembajakan walau tak terlalu banyak terlibat. Bahkan sudah lama kami teriakkan anti pembajakan kala manggung," ujar vokalisnya, Siska Mirano, yang diamini Ade Yotolemba (gitar), Tyo (gitar), Jotey (bass) dan Kiki Mirano (drum).
Ulah oknum yang merugikan banyak pihak ini rupanya belum lama dialami band yang berdiri September 2006 tersebut. Bahkan di depan mata Jotey, si penjual menjajakan dagangan secara terang-terangan.
"Ya, kebetulan salah satu personil kita, Jotey, yang tiap hari melewati Bekasi pernah melihatnya. Lagu kami, Mengalah, dari program musik TV mereka jadikan video klip. Padahal jarak antara rilis single kami hanya sebulan," sambungnya.
Walau begitu, diakui atau tidak, tindakan pembajakan bagai dua sisi mata uang. Satu sisi menguntungkan musisi, sementara lainnya merugikan banyak orang.
"Di satu sisi kami senang karya kami mendapat sambutan dari pecinta musik. Namun di sisi lain jadi pertanyaan, bagaimana lagu kami sampai di sana?" ucap satu-satunya perempuan di Cannonball itu.
Lalu bagaimana peran pemerintah terhadap pembajakan? "Kalau masih ada berarti belum dituntaskan. Kita harap persoalan yang telah menahun tersebut benar-benar diperhatikan. Tapi semuanya kita kembalikan pada masyarakat," pungkasnya. (kpl/dis/npy)
Kapanlagi.com - Sabtu, 24 April















Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.