Jumat, 05 Juli 2013

Mengenal lebih Dekat Sosok Pramoedya

REVOLUSI kemerdekaan, masa ketika semangat nasionalisme berkobar melawan penjajah. Sebuah poster cat minyak berukuran 80 x 100 cm yang disebarkan ke seluruh negeri menjadi salah satu pembakar semangat para pejuang. Gambar dalam poster itu begitu menggugah, dengan tangan terangkat dan rantai belenggu yang terputus. Sebuah teks melengkapi, bertuliskan "Bung, Ajo, Bung!". Hingga kini karya kolaborasi itu masih menggaung di kalangan pencinta seni dan sejarah, serta selalu dicari keberadaannya. Kolaborasi poster legendaris ini melibatkan Affandi sebagai penggambar, Chairil Anwar yang menelurkan teks, pelukis maestro Soedjojono sebagai penggagas, dan Dullah yang juga seorang pelukis sebagai model. Sebuah karya seni memang mampu bersuara lantang, tanpa harus raua masanya, seuap Karya tulisnya dianggap sebagai bentuk provokasi menentang kestabilan negara. Dibui dan diasingkan berulang kali baik pada masa kolonial Belanda, Orde Lama, dan Orde Baru, tetap tak membuat Pramoedya berhenti berkarya. la tetap setia mengangkat kisah kehidupan manusia Indonesia dengan berbagai intrik sosial, budaya, dan politik, serta sarat dengan ungkapan-ungkapan kritis yang menggugah. Meski karyanya sempat dilarang beredar dan banyak yang dibumihanguskan.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit