SURABAYA, KOMPAS.com - Pengurus Wushu Indonesia Jawa Timur menginginkan agar pelaksanaan pemusatan latihan nasional wushu dilaksanakan di Surabaya. Mereka beralasan sarana dan prasarana di Surabaya lebih lengkap dibandingkan di Jakarta. Selain itu, Jawa Timur memiliki dua pelatih wushu dari China.
Bendahara Wushu Indonesia (WI) Jatim Pujianto mengatakan, sementara ini, pelatih wushu yang ada di Jakarta merupakan pelatih-pelatih lokal. Ia juga berani menjamin jika perlengkapan yang dimiliki Jatim tidak kalah bagus dibanding perlengkapan atlet wushu yang ada di Jakarta. Bahkan, jika memang ada perlengkapan yang kurang, ia sanggup melengkapinya sesuai permintaan.
"Saya mengkhawatirkan jika penyelenggaraan pelatnas di luar Jatim, atlet-atlet kami bakal terlantar. Jika diselenggarakan di Surabaya, saya jamin bakal tidak ada atlet pelatnas yang terlantar," kata Pujianto, Jumat (23/4/10) di Surabaya.
Dari Jatim, ada delapan atlet yang bakal dipanggil untuk bergabung dengan pelatnas wushu untuk nomor sanshou dan taolu. Lima atlet di nomor sanshou adalah Nur Hidayati (52 kg), Gunawan (52 kg), Oscar Yakut (56 kg), Yusak Kristiawan (60 kg), dan Agus Suprayitno (70 kg). Sementara tiga atlet di nomor taolu adalah Velga Elfira, Natali Chriselda , dan Yuliana Kurnia.
"Mereka masih ada di Surabaya. Kami sedang menunggu pemanggilan dari Jakarta untuk bergabung dengan tim pelatnas. Namun, kami akan melobi pengurus pusat agar pelatnas dipindahkan ke Surabaya," ucap Pujianto.
Kompas - Sabtu, 24 April














Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.