Senin, 28 Februari 2011

PERKEMBANGAN ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN SEBAGAI SENI

Perkembangan Administrasi dan Manajemen sebagai Seni

Perkembangan administrasi dan manajemen sebagai seni dapat dibagi menjadi tiga fase utama, yaitu sebagai berikut.

1. Tahap prasejarah yang berakhir pada tahun I M.

2. Tahap sejarah yang berakhir pada tahun 1886. 3. Tahap modem yang dimulai pada tahun 1886 dan yang masih berlangsung hingga sekarang ini.

3. Tahap Prasejarah Bukti-bukti sejarah menunjukkan dengan jelas bahwa pada tahap prasejarah ini administrasi dan manajemen sudah berkembang dengan baik. Meskipun mungkin secara tidak sadar, masyarakat purba telah menjalankan roda administrasi berdasarkan apa yang sekarang disebut sebagai prinsip-prinsip admini strasi dan manajemen. Karena kebutuhan masyarakat yang dipuaskan melalui penerapan prinsip-prinsip administrasi dan manajemen pun relatif masih sederhana maka pada umumnya sistem administrasi dan manajemen yang dipergunakan pun belum serumit yang digunakan sekarang ini. Ditinjau dari segi waktu dan tempat, tahap prasejarah ini dapat dibagi pula menjadi enam tahap perkembangan, yaitu sebagai berikut.

a. Zaman Mesopotamia Zaman Babylonia Mesir kuno Tiongkok kuno Romawi kuno Yunani kuno

b. Zatnan Mesopotamia. Pada zaman Mesopotamia telah dijalankan sebagian prinsip-prinsip administrasi dan manajemen yang diketahui oleh manusia sekarang terutama di bidang pemerintahan, perdagangan, komunikasi, dan pengangkutan, terutama pengangkutan sungai. Bahkan bukti-bukti sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Mesopotamia telah mempergunakan logam sebagai alat tukar-menukar yang sudah barang tentu sangat memperlancar jalan nya perdagangan. Kesulitan yang sering dihadapi oleh para sarjana sekarang ini dalam rangka pembuktian yang lebih rinci ialah bahwa riset yang sungguh-sungguh mendalam mengenai perkembangan administrasi dan manajemen pada zaman Mesopotamia tidak dapat dilaksanakan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Pertama, para ahli purbakala belum berhasil menggali seluruh peninggalan-peninggalan Mesopotamia itu, baik dalam bentuk kota yang konon hingga kini masih banyak yang terpendam maupun dalam bentuk peninggalan sejarah lainnya, terutama tul isan-tulisan kuno. Kedua, seandainya tulisan-tulisan lebih banyak dapat diketemukan, ahli tulisan kuno Mesopotamia sudah jarang sekali ada. Namun demi kian, dari bukti-bukti yang dapat diinterpretasikan terbukti bahwa dalam bidang-bidang tersebut di atas, administrasi dan manajemen telah berkembang dengan cukup baik.

c. Zaman Babylonia. administrasi pemerintahan, perdagangan, perhubungan, dan pengangkutan telah berkembang pula dengan baik pada zaman Babylonia. Peradaban Babylonia telah berhasil pula membina suatu sistem administrasi di bidang teknologi, terbukti dengan adanya Taman Gantung yang menurut sementara orang sampai sekarang ini belum dapat ditandingi oleh manusia modern. Keterbatasan pembuktian yang dapat diadakan untuk zaman Babylonia pun terbentur pada kurangnya hasil peninggalan sejarah yang telah dapat digali dan demikian pula karena tulisan yang dipergunakan di masa itu sukar dibaca dan diinterpretasikan oleh manusia modern. Mesirkuno. Agak berbeda dengan kedua zaman yang telah dibicarakan di muka, pengetahuan tentang perkembangan administrasi dan manajemen pada zaman Mesir kuno lebih banyak karena peninggalan sejarahnya yang lebih banyak dan juga terutarna karena tulisan Mesir kuno masih banyak dapat digali kembali dan masih banyak pula ahli purbakala yang dapat menginterpretasikannya. Dengan diketemukannya papirus, misalnya maka kejadian-kejadian di Mesir kuno lebih banyak tercatat. Analisis dari peninggalan-peninggalan sejarah itu membuktikan bahwa di Mesir kuno aspek administrasi yang sangat berkembang ialah di bidang pemerintahan, militer, perpajakan, perhubungan, dan pertanian (termasuk irigasi). Hanya saja dalam peradaban Mesir kuno proses administrasi dijalankan bukan untuk kepentingan rakyat, seperti umum diakui sekarang ini, akan tetapi demi kepentingan Firaun dan keluarganya. Sebabnya ialah bahwa Firaun dianggap dan diperlakukan sebagai dewa atau paling sedikit sebagai manusia keturunan dewa-dewa. Pengabdian kepada Firaun diidentikkan dengan pengabdian kepada Tuhan. Tiongkok kuno. Penyelidikan-penyelidikan yang telah diadakan mengenai perkembangan administrasi dan manajemen pada zaman Tiongkok kuno memberikan kepada dunia modern pengetahuan yang cukup banyak tentang administrasi dan manajemen di masa itu. Yang paling menonjol dan sekaligus merupakan perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, ialah bahwa masyarakat dan pemerintahan Tiongkok kuno telah berhasil menciptakan suatu sistem administrasi kepegawaian yang sangat baik. Demikian baiknya ciptaan tersebut sehingga banyak prinsip-prinsip administrasi kepegawaian modern yang terkenal dengan istilah merit systenz itu dipinjam dari prinsip-prinsip administrasi kepegawaian Tiongkok kuno. Dalam buku ini akan ditonjolkan tiga orang tokoh administrasi dan manajemen yang telah memberikan sumbangan yang sangat besar ke arah perkembangan administrasi dan manajemen. Tokoh pertama ialah Konfusius. Beliau terkenal tidak hanya sebagai seorang ahli filsafat, tidak pula hanya sebagai rohaniwan yang agung, akan tetapi juga sebagai negarawan dan administrator yang besar. Hal ini terbukti dari sangat teraturnya Tiongkok kuno selama ia menjabat sebagai perdana menteri. Selama masa jabatannya sebagai perdana menteri, Konfusius telah menyustin apa yanc, ia sebut sebagai Ketentuan-Ketentuan Administrasi Negara (Rules Public Administration), yang merupakan kode etik bagi para pejabat pemerintah pada waktu itu. Tokoh kedua ialah Chow. Chow pun pernah menjabat sebaga i perdana menteri Tiongkok kuno. Beliau telah menciptakan apa yang disebut Undang-Undang Dasar Chow (The Constitution of Chow), yang merupakan syarat-syarat yang hartis dipenuhi oleh setiap pegawai negeri. Syarat-syarat itu cukup berat sekalipun dilihat dengan kacamata modern, yaitu a) kejujuran, b) keeakapan, c) pengabdian kepada kepentingan umum, d) pengetahuan yang mendalam tentang kondisi negara, e) kemampuan untuk bekerja keras, dan f) produktivitas kerja. Tokoh ketiga ialah seorang bernama Mo Ti. Beliau dipandang sebagai perdana menteri yang berpandangan sosialisme pertama di dunia. Dan sumbangannya yang terpenting adalah bidang perbaikan administrasi pertanian. Romawi kuno. Sumber-sumber ilmiah terpenting yang dapat dipelajari mengenai perkembangan administrasi dan manajemen pada zaman Romawi kuno ialah karya-karya ahli filsafat terkenal, Cicero, terutama dalam dua bukunya yang masing-masing berjudul: (1) De Officii (The Office), dan (2) De Legibus (The Law). Dalam kedua karya tersebut ia menjelaskan bahwa pemerintah Romawi kuno untuk pertama kalinya berhasil memerintah daerah yang sangat luas karena meliputi seluruh bagian dunia yang telah mereka ketahui pada waktu itu melalui apa yang sekarang dikenal dengan isti lah systems approach. Tugas-tugas pemeri ntah dibagi dalam departemen-departemen yang disebut magistrates yang dipimpin olch seorang magistrator. Di samping departementalisasi tugas-tugas pemerintahan itu, pemerintah Romawi kuno telah berhasil pula mengembangkan administrasi militer, administrasi pajak, dan administrasi perhubungan Iebili dari zaman-zaman sebelumnya. Kesemuanya ini memang oleh Romawi kuno sangat diperlukan mengingat Romawi merupakan suatu imperium yang sangat luas wilayah kekuasaannya. Yunani kuno. Sumbangan terbesar dari Yunani kuno, meskipun tidak langsung dalam ruang lingkup administrasi tetapi jelas sangat mempengaruhi jalannya proses administrasi dan manajemen, ialah pengembangan konsep demokrasi. Memang harus diakui bahwa konsep demokrasi yang dikembangkan dan berlaku di Yunani kuno itu berbeda dengan konsep yang kini umum berlaku di dunia. Sebagaimana diketahui demokrasi dalam bahasa Yunani terdiri dari dua kata yaitu demos, yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan. Berarti kckuasaan berada di tangan rakyat. Letak perbedaan konsep demokrasi kala itu dan sekarang sebenarnya terletak pada perbedaan interpretasi tentang rakyat. Yang tergolong kepada rakyat dari sesuatu polis (negara kota) pada zaman Yunani kuno hanya terbatas kepada mereka yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. pria, 2. dewasa (21 tahun), 3. lahir di Athena (sebagai polis terbesar dan terpenting), dan 4. orang tua warga negara Athena. Pembatasan pengertian rakyat ini memang logis bagi masyarakat Yunani kuno karena 75% dari penduduk Athena terdiri dari pendatang yang bekerja sebagai pedagang atau budak belian. Dengan pembatasan-pembatasan ini pun Yunani kuno telah berhasil menciptakan parlemen pertama di dunia yang pada waktu itu disebut Dewan Orang-Orang Tua yang Bijaksana. Urusan-urusan di bidang pertahanan dan keamanan diatur tersendiri oleh suatu dewan yang disebut Dewan Militer. Suatu ciri khas dari masyarakat Yunani kuno ialah bahwa setiap orang yang tergolong sebagai rakyat paling sedikit satu kali dalam hidupnya harus menjadi pegawai negeri tanpa bayaran. Analisis singkat tentang perkembangan administrasi dan manajemen pada tahap prasejarah ini dengan jelas menunjukkan bahwa pada mulanya administrasi negara berkembang jauh lebili pesat dari administrasi niaga. Sedangkan pada zaman modern sekarang ini kelihatannya administrasi niaga lebih pesat perkembangannya. Hal ini antara lain disebabkan oleh perkembangan industri dan teknologi yang sangat pesat.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit