Minggu, 01 Juli 2012

DEFINISI - ARTI - PENGERTIAN ANTI-SEMITISM / ANTI-SEMITISME


Pada awalnya istilah ini dipopulerkan oleh gerakan politik di Jerman pada 1870-an dan 1800an yang mengampanyekan penentangan emansipasi sosialdan politik kaum Yahudi. Istilah itu sendiri, dalam pengertian yang ketat, tidak akurat, sebab penentangan itu bukan terhadap kelompok "Semit", tetapi hanya pada Yahudi. Sejarahnya sudah ada seiak era pra-Kristen ketika monoteisme eksklusivitas Yahudi menimbulkan kecurigaan dan ketidakpercayaan. Dengan datangnya Kristen, Yahudi menjadi "problem" karena eksistensi Yahudi yang terus ada melemahkan konsep "perjanjian lraru" Kristen darl tampaknya tidak membuktikan bahwa Yahudi adalah kaum yang dikr-rtuk Trrhrrn. Di sepanjang sejarah Eropa, setelan Kristen menyebar, kaum Yahudi rnengali-uni segregasi, dipaksa memilih pindah agama atau diusir. Seiring berjalannya waktu aktivitas mereka makin dibatasi hanya dalam aktivitas perdagangan dan peminjaman uang, yang makin memperkuat citra mereka sebagai lintah darat dan penentang Tuhan dan ajaran Kristen lainnya. Setelah kekuatan "negara Kristen" melemah, perrnusuhan ekonomi terhadap Yahudi makin diperhatikan dan, dengan munculnya filsafat idealis Jerman, dikaitkan dengan "esensi" (.Wesen) Yudaisme, esensi yang dianggap bertentangan dengan kepentingan negara-negara Eropa. Melalui konsep "esensi" ini, segera muncul gagasan tentang Yahudi sebagai "ras." Christian Wilhelm Dohm membuka debat (pada 178I) tentang emansipasi Yahudi dengan mengatakan bahwa sifat "buruk" mereka adalah lahir dari ketertindasan, tetapi rekan-rekan pemikir sezamannya justru berpendapat sebaliknya, yakni sifat Yahudi ituiah yang "menyebabkan" mereka ditindas. Dohm atau filsuf lainnya tidak menyetujui penindasan atas kaum Yahudi, namun konseptualisasi mereka menjadi dasar bagi debat tentang, dan melawan,Yahudi, yang difokuskan pada alasan dibalik permusuhan atas mereka. Maka perdebatan ini mulai memasuki isu rasional. Hal ini menimbulkan identifikasi bentuk-bentuk anti-Semitisme yang berbeda-seperti sosial, ekonomi, religius, dan rirsiai. Tetapi, semua itu disatukan dalam prinsip dasar anti-Semitisme yang mengemukakan "teori" kesalahan kolektif bangsa Yahudi dan bahwa Yahudi sedang berusaha menaklukan dunia. Ekspresi perusuhan terus-menerus terhadap Yahudi selama dekade awal abad ke-20 ini telirh menyebabkan penerimaan atas doktrin rasial NflroN.cl soclatis,rt di Jerman dan berpuncak pada pernbantaian sistematis atits 6 juta warga Yahucli selam,Perang Dunia II. Serelah "Holocausl" muncul "penyiksaan Yahudi" yang lebih ringan tetapi kernudian muncul debat panjang dari mereka yang ingin meminir-nalkan tingkat kejairatan atau mereka yang menyangkal bahwa balocaust itrr pei'nah terjacli. 'letapi, isu paling kuat di era pascaperang adalah munculnya negara Israel dan juga kemunculan lobi "anti-Zionis", yang menekankan pada perbedaan tegas antara anti-Semitisme dengan anti-Zionisme. Meskipun demikian, perpecahan dalam kubu anti-Zionis, seperti dalam kubu anti-Semitisme, adalah antara mereka yang menentang Yahudi dan negara IsraeI perse, dan mereka yang keberatan terhadap tindakan dan kebijakan tertenru dari orang Yahudi dan politisi Israel. Literatur anti-Semitisme sangat banyak dan terus bertambah, dengan kajian utama pada holocaust dan negara Israel. Titik awal yang berguna adalah bibliografi dalam Encylopedia Judaica (1,971., col. 160). Untuk survei historis lihat Leon Poliakov (1965-85). Sejarah konseptual diberikan oleh Jacob Katz (1980) dan analisis politik oleh Paul.S7. Massing (1,967). Lihat juga Junnrsv.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit