Minggu, 01 Juli 2012

DEFINISI - ARTI - PENGERTIAN ARISTOCRACY / ARISTOKRASI


Dalam pengertiannya yang tertua, aristokrasi mengandung

arti sistem politik. Bangsa Yunani kuno

menggunakan istilah ini untuk menunjuk-

kan sebuah rezim di mana kekuasaan dan

kebaikan saling melengkapi; penggunaan

ini mendominasi dunia Barat selama dua

milenia. Namun pada masa revolusi per-

ancis, aristokrasi, dan kemunculan istilah

'aristokrat', dibawa ke dalam analisis so-

sial (dan polemik). Fokusnya adalah pada

aristokrasi sebagai elite di dalam komuni-

tas: elite tempat terkonsentrasinya akumu-

lasi kekayaan dan otoritas politik, ditandai

oleh privilese, dan diwariskan berdasarkan

keturunan. Inilah arti dari "aristokrasi,'

yang paling sering dirujuk oleh ilmuwan

sosial dan seiarah dewasa ini.

Studi terhadap berbagai konteks dan

problem melahirkan pemahaman yang

lebih tepat atas ciri khas dari aristokrasi.

Transmisi melalui keturunan (hereditary

transmission) aristokratis bukan berarti

mereka adalah kelompok eksklusif mutlak

yang menolak pendatang baru masuk ke

golongan mereka. Skala dan karakter rek-

rutmen ke status aristokratis menunjukkan

nilai dan kondisi suatu masyarakat. Dalam

masyarakat tradisional, kekayaan aris-

tokrat biasanya didasarkan pada pengua-

saan atas banyak tanah, dan analis Marxis

biasanya mengaitkan transisi dari ekonomi

agraria dengan melemahnya kekuasaan

aristokrat. Tetapi sumber kekayaan mung-

kin kurang dibandingkan dengan kesem

patan luas yang diciprakan oleh kekal.aan

itu yang memungkinkan kelompok ini

mampu mengambil peran menonjol dalam

masyarakat. Memang mungkin ada situasi

di mana bermunculan bentuk penciptaan

kekayaan baru yang menyebabkan elite

yang kekayaannya berasal dari warisan

menjadi kehilangan kemampuannya un-

tuk memengaruhi perekonomian secara

kuat. Tetapi mahasiswa yang mempelajari

perkembangan perdagangan dan industri

Eropa telah menunjukkan bukti kuat dari

kemampuan aristokrat untuk beradaptasi

bersama dengan bermunculannya kelom-

pok yang bergerak di bidang bisnis dan

manufaktur: kemampuan adaptasi ini di-

permudah oleh hubungan finansial (dan ke-

luarga) antara orang kaya baru dan lama.

Dalam masyarakat tradisional, sekali lagi,

peran politik dari aristokrasi membuatnya

lebih dekat dengan kelas penguasa, atau ke-

las yang melahirkan banyak pemimpin si-

pil dan militer. Sistem yang lebih kompleks

dan impersonal menggantikan hubungan

antata otoritas publik dengan elite pengu-

asa yang mewarisi kekuasaan berdasarkan

keturunan, dengan kekuasaan yang dilak-

sanakan atas nama raja, negara atau rak-

yat. Tetapi sekali lagi adaptasi aristokratis

terbukti mengejutkan, dan bertahan lama:

mereka beradaptasi menjadi perdana men-

teri kerajaan, atau manajer parlemen, atau

pemimpin lokal.

Beberapa ilmuwan sosial memandang

golongan elite dalam dunia kontempo-

rer menunjukkan tahap laniutan dalam

evolusi karakteristik aristokratis ini: zo-

menklatura Eropa Timur, misalnya, atau

bangsawan Bostonian di New England. Di

sini kepentingan kekuasaan dan keluarga

berada dalam satu pusat: privilese banyak

bermunculan. Tetapi privilese aristokratis

tradisional didefinisikan dan dinyatakan

dalam term yang berbeda, sering kali

merupakan status "bangsawan" resmi;

dan klaim "darah biru" itu dalam bebera-

pa hal diakui oleh komunitas pada umum-

nya. Jika misalnya "privilese" sudah bisa

diartikan hanya sebagai "kelebihan" saja,

maka kita bisa mengatakan aristokrasi su-

dah tidak ada.


aristocracy / aristokrasi

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit