Selasa, 03 Juli 2012

DEFINISI - ARTI - PENGERTIAN AUSTRO-MARXISM / AUSTRO - MARXISME

Salah satu aliran pemikiran Marxis awal yang

istimewa, yang berkembang dari karya

sekelompok pemikir di Vienna pada akhir

abad ke-19, di mana yang paling menon-

jol di antaranya adalah Max Adler, Otto

Bauer, Rudolf Hilferding, dan Karl Renner.

Menurut Bauer, bentuk baru dari Mnnxtstvt

iniadalah respons terhadap doktrin filsafat

baru (neo-Kantianisme dan positivisme),

terhadap perkembangan teori ekonomi

(marginalisme Austria), dan terhadap isu

yang dimunculkan oleh problem kebang-

saan di Kekaisaran Habsburg yang multi-

nasional; tetapi aliran ini juga dipengaruhi

oleh kontroversi revisionis di.ferman (lihat

REvrstoNtstr,t) dan merebaknya kehidupan

kultural dan intelektual Vienna di perali-

han abad, sebagai akibat dari inovasi di

berbagai bidang.

Manifestasi publik pertama dari ali-

ran pernikiran baru ini adalah Marx Stu-

dien pada 1904, sebuah koleksi monograf

yang diedit oleh Adler dan Hilferding dan

dipublikasikan secara tak teratur sampai

1923, dan lalu diikuti dengan publikasi,

sejak 1907, jurnal teoretis, Der Kampf,

yang segera rnenyaingi Die Neue Zeit mihk

Kautsky sebagai ulasan Marxis Eropa ter-

kemuka. Kaum Austro-Marxis semuanya

aktif dalarn kepemimpinan Social Demo-

cratic Party (SPO) yang rnulai berkembang,

dan mereka mencurahkan diri untuk teru-

tama mempromosikan pendidikan buruh.

Dasar filosofis dan teoretis Austro-

lvlarxisme dikembangkan terutama oieh

Adler, yang lnemandang Marxisme sebagai

"sebnah sistem per-rgetahuan sosiologis ...

ilmu hukr-rm-hukum kehidupan sosial dan

perkembangan kausalnya" (1.925, h. 136).

Dalam karya utama pertamanya ini (1904)

dia menganalisis relasi antara kausalitas

dan teleologi, menekankan bahwa ada

bentuk-bentuk kausalitas yang berbeda-

beda dan bahwa relasi kausal (sebab aki-

bat) dalam kehidupan sosial bukan relasi

mekanis, tetapi diperantarai oleh kesada-

ran; ini adalah pandangan yang kelak diek-

spresikannya dengan mengatakan bahwa

bahkan "fenomena ekonomi itu sendiri

tak pernah 'material' dalam pengertian

materialis, tetapi memiliki karakter 'men-

tal'tersendiri" (1930, h. 118). Adler meng-

anggap. "kemanusiaan yang disosialisasi-

kan" atau "asosiasi sosial" sebagai konsep

dasar dalam teori masyarakat Marx, dan

ia memperlakukannya dalam kerangka

neo-Kantian sebagai "ditetapkan secara

transendental sebagai kategori pengeta-

huan" (1.925), yakni sebagai konsep yang

bersumber dari akal (nalar), bukan dari

pengalaman, yang merupakan prakondisi

dari ilmu empiris.

Konsep Marxisme sebagai sistem so-

siologis ini menjadi kerangka untuk ide-

ide yang mengarahkan studi-studi aliran

Austro-Marxism terutama dalam anali-

sis ekonomi oleh Hilferding. Dalam kri-

tiknya terhadap teori ekonomi margina-

ls (19a0) Hilferding menentang "aliran

psikologis yang individualis dalam teori

ekonomi politik Marx tentang nilai, yang

didasarkan pada konsep "masyarakat"

dan "relasi sosial," karena teori Marxis

secara keseluruhan ditujukan "untuk men-

gr.rngkap determinisme sosial dari fenom-

ena ekonomi," yang titik awalnya adalah

masyarakat, bukan individu." Di tempat

lain, dalam kata pengantar untuk Finance

Capital (1910), dia secara langsung meru-

luk pada Adler dalam menegaskan bahwa

"satu-satunya tujuran dari setiap penelitian

[Marxis]-bahkan dalam soal kebijakan-

adalah mengungkap hubungan kausal."

Dia kemudian meneliti faktor kar.rsal utama

dalam tahap terbaru dari perkembangan

kapitalis, dan memberi kesimpulan dengan

analisis irnperialisme yang rnerupakan ba-

sis dari srudi selanjutnya yang dilakukan

Bukharin dan Lenin.

Bidang urama lain untuk investigasi

sosiologis adalah kebangsaan (national_

ity) dan nasionalisme. Studi klasik Bauer

(1907) memberikan analisis reoretis dan

historis yang komprehensif, dan dari ana_

lisis itu dia menyimpulkan:

Menurut saya, sejaralr tak lagi mereflek_

sikan perjuangan bangsa-bangsa, tetapi

sebaliknya bangsa-bangsa itu sendiri

tampil sebagai refleksi dari perjuangan

historis. Sebab suatu bangsa hanya di_

manifestasikan dalam karakter nasional,

dalam nasionaliras individual ... [yangl

... hanyalah satu aspek dari determi_

nasinya berdasar sejarah masyarakar,

berdasar perkembangan kondisi dan

teknik kerja.

Dari perspektif yang berbeda, yakni

yang difokuskan pada problem hukum

dan konstitusional dari bangsa-bangsa

di dalam Kekaisaran Habsburg, Renner

(1899,1902) juga mernberi kontribusi stu-

di penting. Melalui studi itu dia mengaju-

kan gagasan-yang orisnil pada zamannya

dan relevan dengan perkembangan Eropa

sekarang-tentang transformasi kekaisar-

an menjadi "negara kebangsaan,' yang

mungkin menjadi rnodel bagi organisasi

komunitas dunia sosialis di masa depan.

Tetapi, Renner lebih dikenal karena

kontribusi rintisannya unruk sosiologi

hukum Marxis" Dalarn studinya (1904)

tentang fungsi sosial dari hukum dia ber-

usaha menunjukkan bagaimana norma hu-

kum yang ada berubah fungsinya dalam

merespons perubahan dalam masyarakat

dan terutanra perubahan dalam struktur

ekonominya. Dia kemudian mengajukan

problcm tentang bagzrimana norma hukum

itu sendiri berubah dan apa sebab-sebab

funciamental dari pcrubahan itu. Dalam

diskusi ini, seperti dalam tulisannya 1.ang

iain, tampak jelas bahrva Renner nrenye-

lrutkan peran aktif hukum dalarn nrenjaga

f,tilu rnemodifikasi relasi sosial dan dia ti-

Jak meniperlakukannya sebagai ideologi

'"'ing rnerefieksikrrn konclisi ekonomi. f)ia

menyatakan pandangan ini senada dengan

ulasan Marx tentang hukum dalam peng_

antarnya untuk Grundrise. Kontribusi

penting lainnya untuk merumuskan prin_

sip sosiologi hukum Marxis diberikan oleh

Adler (1922). Dalam rangka mengkritik

"teori hukum murni" Hans Kelsen yang

mengesampingkan penelitian basis etis dari

hukr"rm atau konteks sosialnya, Adler seka_

ligus mengkaji secara detail perbedaan an_

tara teori hukum formal dan teori hukum

sosiologis.

Kubu Austro-Marxis juga melakukan

studi besar di bidang lain. Mereka adalah di

antara Marxis arval yang mengkaji secara

sistematis perekonomian,,negara inter_

vensionis." Renner (19L6), ketika menulis

tentang efek perkembangan kapitalis sebe_

lum perang dan "ekonomi perang,,, men-

catat adanya "penetrasi negara ke ei

privat sampai ke dasarnya: bukan nasiona_

Iisasi beberapa pabrik, retapi konrrol aras

seluruh sektor swasta dengan perintah dan

regulasi," dan dia melanjutkan: .,kekuasa-

an negara dan perekonornian mulai me_

nyatu ... perekonomian nasional dianggap

sebagai alat kekuasaan negara, kekuasaan

negara sebagai alat untuk memperkuat

perekonomian nasional ... Ini adalah epos

imperialisrne." Demikian pula, dalam esai

yang dipublikasikan anrara LgIS dan

1924, Hilferding, berdasarkan analisisnya

dalarn Finrtnce Capital, mengembangkan

sebuah teori "kapitalisme yallg terorga-

nisir" di mana tindakan negara mengambil

karakter dari strukturisasi rasional-saclar

dari masyarakat secara keselurul-ran (lihat

Socreuzrr,noN oF'ruE ECoNolv{v). Dari situasi

ini ada dua kernungkinarr perkeinbangi-rn:

menujr: sosialisme jika kelas buruh meraih

kekuasaan negara, atau menuju negara

korporat jika monopoli kapitalis mem-

pertahankan dominasi kekuasaannya. l)i

Italia dan Jernran, kemungkinan keclua di-

wujudkan dalam bentuk Fasclsu dan Bauer

(1936) menyediirkan salah satu penjelasan

Marxis paling sisrenratis tenrang kondisi

ekonomi dan sosial di rnana gerakan fasis

mampu tumbuh dan beriaya. Karenanya,

Hilferding (1'941') mulai merevisi teori

sejarah Marx secara radikal, di mana dia

menisbahkan peran yangn lebih indepen-

den dari negara bangsa modern dalam

pembentukan masyarakat, dengan berar-

gu-.n bahwa di abad ke-20 telah terjadi

;perubahan mendalam dalam hubungan

antara negara dengan masyarakat' yang

diakibatkan oleh subordinasi ekonomi ke-

pada kekuasaan koersif dari negara," dan

bahwa "negara menjadi negara totalita-

rian selama subordinasi ini teriadi" (lihat

TorelnenteNrsn).

Perubahan struktur kelas, dan kon-

sekuensi politiknya, juga menjadi perhatian

Austro-Marxis. Bauer memberi kontribusi

penting dalam studi komparatifnya atas

,ituasi kelompok buruh dan tani di dalam

revolusi Rusia dan Jerman, dalam anali-

sisnya (1,923) atas revolusi Austria, dan

dalam tulisan kritisnya tentang kemuncu-

lan kelas dominan baru di USSR setelah

diktator proletariat berubah meniadi ke-

diktatoran aparatus partai yang menglla-

sai segalanya (lihat terutama Bauer, 1'936)'

Adler (1933), yang menulis dalarn konteks

kekalahan dan kehancuran gerakan buruh

di Jerman, menganalisis perubahan dalam

komposisi kelas pekerja di dalam masyara-

kat kapitalis; sembari menunjukkan bahwa

"dalam karya Marx telah ada konsep pro-

letariat yang menampilkan diferensiasi ter-

tentu," dia berargumen bahwa perubahan

yang baru ini sangat besar sehingga meng-

hasilkan "fenomena barur" dan karenanya

"diragukan apakah kita dapat berbicara

tentang kelas tunggal'" Dalam proletariat

baru ini ada beberapa strata berbeda yang

melahirkan tiga orientasi politik dasar

yang kerap bertentangan: aristokrasi bu-

,uh, yu"g terdiri dari pekeria terlatih dan

karyawan kantoran; buruh terorganisir

di kota dan desa; dan pengangguran per-

rnanen atau pengangguran lama' Tetapi

bahkan di antara lenlbaga buruh, katanya

(dengan gaya mirip penieiasan Roberto

ivlichels tentang Ot-lc'tncnv), perkernba-

ngan partai dan c'rganisasi serikat buruh

tJah melahirkan perpecahan fatal antara

lapisan karyawan bergaji, dan anggota

pasif lainnya. Dia menyimpulkan bahwa

Lelemahan kelas pekeria dalam mengha-

dapi gerakan fasis sebagian besar disebab-

kan oleh diferensiasi kondisi sosioekonomi

dan sikap politik (lihat \WonKING cLASs)'

Sesudah Perang Dunia II, karena struktur

kelas terus berubah bahkan makin cepat'

Renner ( 1953) memfokuskan perhatiannya

pada pertumbuhan strata sosial baru-pe-

jabat publik dan karyawan swasta-yang

disebutnya sebagai "kelas pelayan" yang

digaji yang kontrak kerianya tidak men-

ciptakan "hubungan upah buruh"' Dia

mengatakan bahwa banyak Marxis meng-

adopsi pendekatan dangkal untuk "studi

riil atas formasi kelas dalam masyarakat

dan restrukturisasi kelas yang terus ber-

lanjut." Secara khusus mereka tidak me-

nyadari bahwa "kelas pekerja seperti yang

tampak (dan secara ilmiah akan tampak)

dalam Capital karya Marx kini sudah ti-

dak ada lagi."

Masa emas Austro-Marxisme adalah

dari periode akhir abad ke-19 hingga ke

191.4, ketika tulisan-tulisan penting dari

pemikir ini dipublikasikan dan karya alir-

an ini secara keseluruhan memengaruhi

gerakan sosialis Eropa. Setelah Revolusi

Ruri", aliran ini dibayangi oleh Lenin dan

kemudian Marxisme versi Stalin; pemikir-

an selaniutnya, "di antara reformisme dan

Bolshevisme," yang membuka Marxisme

pada revisi dan pengembangannya dalam

merespons pengalaman historis baru dan

p.r,rny""r, kritis dari pendekatan analisis

sosial lainnya, tidak memberikan peng-

aruh di tingkat internasional' Tetapi di

Vienna, di mana SPO masih berkuasa dari

19L8 samp ai L934, Austro-Marxisme ma-

sih memberi kerangka yang koheren untuk

ide-ide kebijakan reformasi sosial yang

efektif, sampai akhirnya ia dikalahkan oleh

munculnya fasisme Austria dan masuknya

Austria ke dalam Thitd Reicb' Seiak akhir

L960-anmuncul lagi minat terhadap Aus-

tro-Marxis, bukan hanya di Austria di

mana ide ini masih berpengaruh signifikan

terhadap perkembangan sosialistne' tetapi

juga di negara Eropa lainnya, tetapi iuga di

negara Eropa lainnya' Dalam kondisi yang

ditimbulkan oleh disintegrasi "Marxisme

resmi" di seluruh Eropa Timur, barangkali

ide-ide ini, dan elaborasinya, akan mem-

beri pengaruh lebih besar pada organisasi

ekonomi, konstruksi institusi demokrasi,

dan sikap terhadap problem kebangsaan,

di dalam sistem EroPa baru'

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 99 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2021

Back to TOP  

submit to reddit