Kamis, 18 Juli 2013

TIPS DIET SEIMBANG DAN AMAN

Minuman bersoda terasa segar membasahi kerongkongan, mengalahkan terik siang yang menyengat. Sensasi "krenyes" yang terasa "menggigit" di lidah menambah kenikmatannya.

Namun, tahukah Anda dari mana asal rasa "krenyes" atau "menggelitik" ini? Minuman yang kita kenal dengan minuman bersoda ini sebenarnya adalah minuman yang ke dalamnya dimasukkan gas karbon dioksida dengan tekanan tinggi sehingga mengalami proses karbonasi. Air yang sudah berkarbonasi mengandung sejumlah kecil natrium bikarbonat yang dapat dirasakan sebagai gelembung udara dan memunculkan sensasi menggelitik di lidah dan kerongkongan ketika diminum.

Gas karbon dioksida merupakan gas yang mudah lepas di udara. Bunyi letupan yang muncul saat kemasan minuman bersoda dibuka berasal dari gas karbon dioksida yang lepas. Begitu juga dengan gelembung yang pecah dengan suara berdesis ketika dituangkan ke dalam gelas. Jadi, ketika didiamkan terus, minuman bersoda akan kehilangan gas karbon dioksidanya dan hanya menyisakan rasa manis.

Minuman yang kita konsumsi hanya menyisakan sedikit gelembung karbon dioksida yang mudah diserap tubuh. Jumlahnya juga kecil dibandingkan karbon dioksida yang diproduksi secara alami oleh" tubuh.

Lepas dari kenikmatannya, minuman bersoda kerap dituding menyebabkan berbagai efek samping yang merugikan seperti diabetes atau obesitas. Menanggapi hal ini, pakar teknologi pangan IPB Prof Made Astawan menjelaskan bahwa anggapan tersebut tidak tepat. Kandungan gula dan kalori di dalam minuman bersoda dalam taraf yang wajar, hampir sama dengan jus buah.

Made juga memaparkan tidak ada satu makanan atau minuman tunggal yang dapat menyebabkan obesitas. Kegemukan diakibatkan ketidakseimbangan pola makan dengan penggunaan energi. Kebutuhan energi manusia Indonesia secara umum adalah 2.000 kilo kalori per hari. "Untuk memenuhi kebutuhan itu, kita butuh diversifikasi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, lemak, dan air. Komponen tersebut wajib dikonsumsi dengan porsi seimbang sesuai dengan aktivitas fisik, umur dan berat tubuh."

Persoalan yang kerap terjadi adalah jumlah energi yang kita konsumsi melebihi kebutuhan dan kita tidak mengimbanginya dengan aktivitas fisik. Energi yang berlebih akan yang disimpan tubuh sebagai lemak. Inilah yang menyebabkan obesitas.

Ada ungkapan menarik, there are no bad foods, just bad diets. Semua makanan baik dikonsumsi, asal porsi dan kombinasinya seimbang. Dengan pengaturan yang bijak, kita bisa menikmati makanan atau minuman apa pun tanpa rasa khawatir.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit