Rabu, 07 Mei 2014

TIPS MEMBERIKAN TANGGUNG JAWAB PEKERJAAN PADA ANAK

Terdapat tiga macam orangtua yaitu yang pertama memberikan terlalu banyak pekeijaan bagi anak dan yang kedua sama sekali tidak memberikan pekerjaan apapun kepada anak. Jenis orangtua yang ke­tiga adalah memberikan pekerjaan secukupnya kepada anak. Namun demikian kita masih mengajukan pertanyaan, apakah orangtua me­mahami arti dan nilai pekerjaan pada umumnya dan terlebih peker­jaan bagi anak? Sebab, kalau orang tua hanya tnenilai bahwa pe­kerjaan anak dapat meringankan pekerjaan orangtua, itu berarti orangtua cenderung memperlakukan anak sebagai obyek. Padahal anak adalah subyek yang mandiri. Tindakan mengobyekkan manu­sia adalah tindakan yang tidak baik. Apakah pekerjaan anak sedekar mengisi waktu luang? Pengertian ini sangat merendahkan pekerjaan itu sendiri. Pekerjaan tidak sama dengan bermain bola kaki atau bermain tenis. Ada banyak perbuatan dan tindakan manusia yang tidak dapat digolongkan ke dalam pekerjaan seperti bermain, berjalan-jalan, makan dan minum, tidur, beristirahat dan berekreasi. Pekerjaan adalah kegiatan yang direncanakan. Binatang tidak bekerja karena binatang tidak membuat rencana. Melalui pekerjaan manusia ingin mencapai sesuatu hal atau hasil yang berdiri sendiri dalam bentuk seperti benda, karya atau tenaga. Hasil pekerjaan melayani kebu­tuhan diri sendiri dan kebutuhan masyarakat.

Ketika berhadapan dengan pekerjaannya, manusia melihat dirinya sendiri. Pekerjaan mengungkapkan pribadi manusia. Manu­sia bercermin dalam pekerjaannya. Manusia berbangga atas hasil pekerjaannya. Orang lain dapat memuji atau mencela pekeijaan kita. Melalui pekerjaannya, manusia menunjukkan bahwa sebagai makhluk rohani, ia dapat menaklukkan alam Cita-cita dan bakat manusia menjadi nyata dan terwujud dalam pekerjaan. Binatang dapat langsung saja memenuhi kebutuhannya dari alam. Manusia tidak dapat langsung memanfaatkan alam. Manusia perlu bekerja untuk mengolah alam menjadi kebutuhannya. Jadi melalui pekerjaannya manusia menunjukkan bahwa ia tidak takluk begitu saja kepada alam. Pekerjaan memperlihatkan bahwa manusia ' tidak terikat pada suatu lingkungan alam tertentu. Manusia bebas merencanakan pekerjaannya di mana saja dan kapan saja. Pekerjaan memiliki nilai personal, sosial dan nilai agama. Peker­jaan adalah ungkapan pribadi manusia yang berakal budi. Meialui pekerjaan manusia saling membantu untuk dapat hidup. Meialui pekerjaan manusia menjalin hubungannya dengan sesama dan dengan Tuhan. Allah menghadiahkan kepada manusia anugerah untuk-be­kerja dan manusia harus menggunakan anugerah ini. Terhadap pertanyaan, "apakah anak boleh bekerja atau tidak?", kita tidak bisa menjawab dengan ya atau Anak belum bekerja tetapi sudah mulai terlatih untuk siap bekeija. Secara negatif dapat kita katakan bahwa anak tidak bekeija seperti orang dewasa bekerja. Anak bekerja sesuai dengan keadaan anak. Jadi dari anak kita tidak boleh mengharapkan hasil pekeijaan seperti hasil pekeijaan orang dewasa. Tetapi melalui beberapa pekerjaan tertentu, anak dilatih untuk menghargai pekerjaan. Jadi, memberikan pekerjaan bagi anak adalah suatu pendidikan moral. Kita menumbuhkan disposisi yang baik dalam diri anak terhadap pekerjaan. Itu berarti dalam mendidik anak untuk bekerja, kita harus berani memberikan kesem­patan kepada anak untuk sendiri merencanakan pekerjaannya.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit