Kamis, 08 Mei 2014

TIPS MENGAJARKAN ANAK MENCINTAI PEKERJAANNYA

Di jaman moderen ini terasa semakin sulit orang mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan dan cita-citanya. Banyak orang terpaksa bekerja di kantor atau pabrik, entah sebagai apa, menangani pekerjaan yang barangkali bukan harapannya. Sebenarnya ia tidak mencintai pekerjaan itu tetapi terpaksa bekerja karena kalau tidak bekerja maka ia tidak mendapat upah. Padahal, ia membutuhkan upah untuk dapat melangsungkan hidupnya. Di tempat kerja, sebe­narnya banyak orang merasa terasing dari pekerjaannya. Hal ini me­mang tragis. Rupa-rupanya pekerjaan tidak lagi merupakan ungkapan pribadi dari si pekerja. Namun, karena tekun dan lama bekerja, akhir­nya orang pun mencintai pekerjaanhya.
Mencintai pekerjaan dan setia dalam pekerjaan dapat mulai ditumbuhkan pada diri anak sejak kecil. Kepada anak diberikan beberapa tugas yang rutin misalnya menyirami bunga atau tugas un­tuk membersihkan kamar mandi. Tugas ini merupakan tugas yang tetap bagi anak tersebut. Dengan memberikan salah satu tugas yang rutin kepada anak, kita menumbuhkan rasa tanggung jawab. Pada mulanya, mungkin anak segan melakukan tugas itu, misalnya mem­bersihkan kamar mandi. Tetapi semakin lama anak akan semakin mencintai tugasnya. Sehingga kalau pada suatu saat diganti oleh orang lain, barangkali anak itu tidak mau memberikan tugas itu ke­pada penggantinya. Anak yang sejak kecil setia pada tugas rutinnya dalam keluarga, biasanya lebih mandiri dalam mencari pekerjaan kelak ketika dewasa dan setia dalam pekerjaannya. Ketekunan dalam menyelesaikan tugas rutin dalam keluarga sejak kecil oleh anak diba­wa terus dalam melaksanakan pekerjaan sebagai orang dewasa.
Kita dapat merumuskan beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam memberikan tugas bagi anaknya di ramah :
-          Anak tidak bekerja di rumah tetapi anak menyelesaikan beberapa tugas rutin dalam keluarga.
-          Orangtua harus berani membiarkan anak sendiri merencanakan dan menyelesaikan tugasnya dalam keluarga.
-          Tugas anak harus dijalankan secara tetap dan penuh setia.
-          Orangtua harus memuji hasil tugas yang telah dijalankan oleh anak.
-          Memperbaiki kesalahan anak tentang tugasnya hams dibicarakan secara dialogal. Orangtua dan anak harus merundingkan tugas ha­rian anak dalam keluarga.
-          Melalui tugas yang rutin dari anak, orangtua menumbuhkan dis­posisi moral dalam diri anak terhadap pekerjaan.
Sebagai pendidik, orangtua tidak harus melatih anak untuk trampil dalam suatu pekerjaan tertentu tetapi orangtua wajib mendidik dan mempersiapkan anak sebagai pekerja yang baik kelak melalui tugas rutin dalam keluarga sekarang. Melalui sekolah atau kursus menjadi pekerja yang trampil tapi untuk menjadi pekerja yang baik sudah mulai dibentuk sejak kecil dalam keluarga. Pekeija yang trampil misalnya, adalah pekerja yang dapat memasang salah satu sekrup mobil secara tepat, sedangkan pekeija yang baik adalah peker­ja yang setia, dan tekun dalam melaksanakan pekeijaannya secara bertanggung jawab. Keluarga bukanlah tempat melatih pekeija yang trampil tetapi adalah persemaian tempat mendidik calon pekeija yang baik.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit