Jumat, 09 Mei 2014

TIPS MENGAJARKAN ANAK TENTANG SENI DAN BUDAYA

Kesenian merupakan salah satu ketrampilan yang perlu dikem­bangkan pada anak oleh orangtua maupun oleh guru di sekolah. Anak yang baik secara moral dan pandai secara intelektual harus memiliki kepekaan yang tajam terhadap nilai kesenian. Tidaklah perlu semua anak didik menjadi seniman besar. Pendidikan keseni­an menjadi berhasil kalau semua anak sekurang-kurangnya dapat mengapresiasi karya seni. Setiap orang biasanya cenderung lebih menyukai salah satu cabang kesenian tertentu dari pada cabang kesenian lain. Hal ini menyangkut minat, latar belakang pendidikan serta latar belakang budaya. Sejarah kesenian memperlihatkan pelbagai macam ragam penger­tian terhadap kesenian. Kesenian di tempo doeloe mempunyai pe­ngertian yang berlainan dari kesenian di saat sekarang. Pemahaman kesenian dari orang Yunani Kuno berbeda dari -orang India," orang Tiongkok dan orang Jawa Kuno. Bagi Plato, keindahan hanya terdapat pada tingkatan dunia ide-ide. Dunia ide berbeda secara tajam dari dunia nyata. Hanya para filsuflah yang dapat mendekati dunia ide. Seni sejati berusaha mengatasi dunia kenyataan. Seni menyarankan suatu dunia yang lebih tinggi. Seni berusaha meniru keindahan ideal. Seniman hanya menjiplak atau meniru alam Bagi orang dari suku asli, alam memang mempesonakan tetapi bukan pertama-tama karena keindahannya. Orang suku asli terpe­sona terhadap alam karena kedasyatannya dan keagungannya. Manusia abad Pertengahan di Eropa belum memisahkan secara tajam kesenian dari Ilmu dan Teologi. Bagi mereka, segala sesuatu yang ada, sejauh ada, bersifat tunggal, benar, baik dan indah (omneens unum, verum, bonum, pulchrum. Sesuatu itu indah karena me­narik untuk dipandang, dapat dipahami oleh akal budi, menampak­kan diri sebagai suatu kesatuan dan menghimbau manusia untuk melaksanakannya. Aliran Romantik sangat menekankan perasaan untuk melawan aliran rasionalisme yang terlalu mendewakan rasio. Seniman ber­daulat dengan merdeka, dapat meluapkan emosinya secara spontan dan otentik. Aliran Romantik sangat memuja alam, memiliki rasa melankolik dan nostalgik terhadap masa silam.
Bagi orang India, kesenian lebih menyangkut pengertian menda­lam mengenai seluk-beluk batin manusia serta gelombang-gelombang emosinya, mulai dari kesadaran praktis sampai pada permenungan estetik. Orang India mempunyai pengertian tentang perasaan yang sangat iuas yang mencakup emosi senang, kegembiraan, kesedihan, kemurkaan, kebulatan tekad, ketakutan, kebencian dan kekagumr an. Lewat pengalaman estetik, horison manusia diperluas menjadi semakin lebih manusiawi. Dalam pengalaman estetis, kesadaran pribadi dapat lenyap. Pengalaman estetik sangat dekat dengan pengalaman religius. Di Tiongkok lebih berkembang seni lukis, seni musik dan moral. Kata kunci untuk memahami seni Tiongkok adalah Secara harafiah, Tao berarti jalan. Dengan menempuh Tao, manusia dapat membedakan yang baik dari yang jahat, yang indah dari yang jelek. Kalau manusia menghargai keindahan maka sekaligus ia mempunyai kesadaran moral yang kuat. Tao menciptakan keselarasan di tengah kekacauan. Melalui kontemplasi, jiwa seniman dijernihkan dan menjadi seimbang dengan hukum keselarasan alam semesta. Seni Tiongkok berusaha menampilkan makna spiritual. Oleh karena itu dalam seni lukis misalnya, seniman mementingkan ruang kosong, karena kekosongan menandakan dimensi spiritual. Dalam seni musik, saat-saat hening sama penting dengan saat-saat diperdengarkan nada-nada.
Bagi orang Jawa Kuno, sastra (kesenian) dan agama merupakan satu kesatuan tunggal. Penyair mengungkapkan keindahan alam. Ia terhanyut oleh keindahan alam. Penyair dan alam adalah satu. De­ngan bertapa, penyair memperoleh kesaktian di bidang keindahan. Indera penyair menjadi peka untuk dapat menangkap keindahan. Syair mempunyai fungsi magis yang dapat mendatangkan berkat bagi kerajaan. Dalam Jaman Moderen, Kesenian dibedakan secara tajam dari Filsafat dan Agama. Nilai keindahan berdiri sendiri, dan bersifat otonom, Nilai keindahan dilihat terlepas dari nilai kebaikan (moral) dan nilai kebenaran (ilmu). Sesuatu dinilai sebagai indah kalau memiliki kualitas kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).
Kesenian merupakan salah satu unsur dari kebudayaan. Selain kesenian, kebudayaan masih terdiri lagi atas beberapa unsur yaitu sistem religi dan upacara keagamaan, sistem dan organisasi kemasya­rakatan, sistem pengetahuan, bahasa, sistem mata pencaharian hidup, sistem teknologi dan peralatan. Kesenian mewujudkan nilai rasa dalam arti yang luas. Rasa memiliki kepekaan terhadap kenya­taan yang tidak ditemukan oleh akal. Kesenian dapat membuka mata kita terhadap kenyataan puitis dan bukan kenyataan matematis. Kesenian melengkapi kepentingan dunia eksakta.

Title Post:
Rating: 100% based on 99998 ratings. 5 user reviews.
Author:

Terimakasih sudah berkunjung di blog SELAPUTS, Jika ada kritik dan saran silahkan tinggalkan komentar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

  © Blogger template Noblarum by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP  

ad8d337c32e240c9ae465ea741f05202 submit to reddit